- Pengertian Kewargaan Digital
- Komponen Kewargaan Digital
- Lingkungan belajar dan akademis
- Komponen 1 : Akses Digital
- Komponen 2 : Komunikasi Digital
- Komponen 3 : Literasi Digital
Belajar menghargai hak setiap orang untuk memiliki akses ke teknologi informaasi, serta berjuang untuk mencapai kesetaraan hak dan ketersediaan fasilitas untuk mengakses teknologi informasi merupakan dasar dari kewargaan digital.
Keterasingan komunitas secara digital mengakibatkan sulitnya perkembangan suatu lingkungan dikarenakan terbatasnya informasi dari masyarakat dan komunitas dari daerah lain yang telah memanfaatkan teknologi informasi. Seiring berkembangnya teknologi, akses digital juga semakin mudah diperoleh, sehingga tantangan terbesar selanjutnya adalah pembiasaan terhadap pemanfaatan teknologi itu sendiri.
Perkembangan teknologi digital telah mengubah sikap seseorang dalam berkomunikasi. Berbagai bentuk komunikasi digital telah tersedia, seperti e-mail, sms, chatting, forum, dan berbagai bentuk lainnya, memungkinkan setiap individu untuk terus dapat terhubung dengan individu lainnya.
Setiap warga digital diharapkan dapat mengetahui berbagai jenis komunikasi menggunakan media digital dan juga dapat memilih jenis komunikasi yang tepat sesuai kebutuhannya.
Literasi digital merupakan proses belajar mengajar mengenai teknologi dan pemanfaatan teknologi. Sebagai contoh adalah edmodo.com, selain bisa mempelajarinya kita juga bisa memanfaatkannya sebagai kelas maya.
- Lingkungan Sekolah dan Tingkah Laku
- Komponen 4 : Hak Digital
- Komponen 5 : Etiket Digital
- Komponen 6 : Keamanan Digital
Setiap warga digital memiliki hak atas privasi, kebebasan berbicara, dll. Dengan adanya hak tersebut, setiap warga digital harus ikut membantu pemanfaatan teknologi secara benar, mengikuti tata krama yang berlaku, baik yang tersirat maupun tersurat. Contoh nyatanya adalah: tidak melakukan pembajakan konten, tidak menyebarkan informasi palsu, tidak memancing emosi pengguna teknologi informasi lainnya.
Etiket digital dibuat dengan tujuan untuk menjaga perasaan dan kenyamanan pengguna lainnya. Kita juga harus mengajarkan setiap pengguna teknologi digital untuk bertanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi.
Kita harus membangun keamanan agar terhindar dari pencurian karya kita. Membangun keamanan dapat dilakukan seperti meng-install antivirus, firewall, mem-backup data, dan menjaga data sensitif seperti username dan password, nomor kartu kredit, dll. Sebagai warga digital, kita harus berhati-hati dan menjaga informasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
- Kehidupan Anda di Luar Sekolah
- Komponen 7 : Hukum Digital
- Komponen 8 : Transaksi Digital
- Komponen 9 : Kesehatan Digital
- THINK
- Is it True (benarkah)? Benarkah postingan anda? Atau hanya isu yang tidak jelas sumbernya?
- Is it Hurtfull (menyakitkankah)? Apakah postingan anda akan menyakiti perasaan orang lain?
- Is it Illegal? Ilegal kah postingan anda?
- Is it Necessary (Pentingkah)? Pentingkah post Anda? Post yang tidak penting akan mengganggu orang lain.
- Is it Kind (Santunkah)? Santunkah post Anda? Tidakmenggunakan kata-kata yang dapat menyinggung orang lain?
Sedangkan kewargaan digital adalah konsep yang dapat digunakan untuk memberikan pengetahuan mengenai penggunaan teknologi dunia maya dengan baik dan benar.
Kewargaan digital dapat dibagi menjadi 9 komponen, yang dikategorikan menjadi 3 berdasarkan pemanfaatannya.
Hukum digital mengatur etiket penggunaan teknologi dalam masyarakat. Warga digital dilarang melarang hokum tersebut, sebagai contoh : meretas informasi atau website, mengunduh musik ilegal, plagiarisme, membuat virus, mengirim-kan spam, ataupun mencuri identitas orang lain. Terdapat 5 aspek hokum digital di Indonesia, yaitu : - Aspek hak cipta - Aspek merek dagang - Aspek fitnah dan pencemaran nama baik - Aspek privasi - Aspek yurisdiksi dalam ruang siber
Transaksi digital adalah proses jual beli yang dilakukan di dunia maya (secara daring). Berbagai situs jual-beli lokal dapat dengan mudah diakses oleh penjual dan pembeli, seperti tokobagus.com, kaskus.co.id, berniaga.com, dan berbagai toko daring lainnya.
Dalam jual beli daring, penjual dan pembeli perlu menyadari resiko dan keuntungan yang didapat dari jual beli daring, mulai dari resiko penipuan, perbedaan barang yang dikirim, lama pengiriman, hingga legalitas barang yang diperjualbelikan. Warga digital perlu mengetahui bagaimana menjadi pembeli maupun penjual daring yang baik.
Di balik manfaat teknologi digital, terdapat beberapa ancaman kesehatan yang perlu diperhatikan, seperti kesehatan fisik dan kesehatan mental. Untuk mencegahnya, pengguna perlu menyadari bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan oleh teknologi digital.
Untuk menyederhanakan 9 komponen di atas, Anda dapat menggunakan konsep “T.H.I.N.K.” yang merupakan akronim dari :
kurang lengkap kang
BalasHapus